Pemotongan Anggaran Pendidikan: Efisiensi atau Ancaman bagi Generasi Muda?
BANTEN, SINARABANTEN.COM – Kebijakan pemotongan anggaran pendidikan yang baru saja diumumkan pemerintah menyisakan tanda tanya besar: apakah langkah ini merupakan upaya efisiensi yang bijak atau justru pengorbanan masa depan generasi muda? Keputusan ini telah memantik reaksi keras dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, guru, hingga para orang tua yang khawatir akan dampaknya terhadap kualitas pendidikan anak-anak mereka.
Di tengah dalih efisiensi dan penghematan anggaran yang dikemukakan pemerintah, banyak pihak mempertanyakan konsekuensi jangka panjang kebijakan ini. Pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan SDM justru terancam mengalami kemunduran. Padahal, di era persaingan global yang semakin ketat, kualitas pendidikan menjadi penentu utama daya saing bangsa.
Dampak nyata sudah mulai terlihat di beberapa sekolah. Banyak institusi pendidikan yang terpaksa mengurangi jam pelajaran praktikum karena keterbatasan dana operasional laboratorium. Beberapa sekolah bahkan kesulitan membayar tagihan listrik dan air, sementara yang lain terancam tidak bisa memperbarui buku pelajaran yang sudah usang. Kondisi ini tentu menjadi ironi di tengah gencarnya program “Merdeka Belajar” yang digaungkan pemerintah.
Sebagai media yang konsisten menyuarakan kepentingan rakyat, SINARABANTEN melihat perlunya pendekatan yang lebih bijak dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Daripada melakukan pemotongan yang berisiko merugikan masa depan anak bangsa, pemerintah seharusnya bisa mengoptimalkan penggunaan dana yang ada melalui transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik.
#SinarabantenMelihat: Kebijakan pendidikan seharusnya dibuat dengan visi jangka panjang, bukan sekadar pertimbangan anggaran jangka pendek. “Setiap rupiah yang dikurangi dari anggaran pendidikan hari ini, bisa berarti berkurangnya kesempatan seorang anak untuk meraih masa depan yang lebih baik besok,” tegas seorang pengamat pendidikan yang diwawancarai tim kami.
Masyarakat Banten khususnya patut menyoroti dampak kebijakan ini di daerah kita. Bagaimana nasib sekolah-sekolah di pelosok Banten? Akankah program-program unggulan Pemprov Banten di bidang pendidikan terdampak? SINARABANTEN akan terus memantau perkembangan ini.
© 2025 SINARABANTEN – Syiar Narasi Rakyat Banten